Habibullah Al Amin Bendahara Habib. Saya kerap menyebutnya dengan panggil Syeikh. Tanda penghormatan.
Habib ngirim video pendek Masjid Al Falah Sragen.
Bersama caption menyentuh.
Begini katanya.
Mumpung hari terbaik, mari jalan jalan sejenak ke *Masjid Al-Falah, Sragen, Jawa Tengah.* masjid istimewa didikan masjid Jogokariyan. Masjid yang menyambut setiap jamaahnya bak Raja, bukan hanya diberi makan dan minum namun juga disiapkan tempat tidur yang nyaman bila ingin menghabisksn malam.
Tak perduli ia sholat atau tidak.
Bukan hanya itu saja , pintu masjid ini tak pernah tertutup dan selalu terbuka 24 jam, termasuk pada gelak tawa anak anak.
Hebatnya lagi masjid ini mampu mengalahkan masjid sang guru Jogokariyan dalam pengelolaan dana.
Ini bukan hal pertama. Soal Majid Al Falah. Hanya hari ini Alhamdulillah Allah berikan kesempatan untuk menulis.
Bak tsunami di perasaan. Saya pun bertekad menjadikan Masjid Alam Prasasti seperti Masjid Al Falah Sragen atau Masjid Jogokariyan Yogya.
Sembari main catur kepada Pak Anwar. Saya pernah cerita ini. Dan, Pak Anwar juga setuju.
Kita awali dengan model.
Lantai bawah difungsikan juga sebagai tempat kolam memelihara Ikan.
Sudah ada Ikan Lele. Yang akan dipanen saat Festival Kali Piket 21 Jan Mendatang . Lele kita putuskan untuk berhenti miara lele. Masalahnya airnya hitam dan gampang bau. Walau sudah jaga dengan sering mengurangi dan menambah.
Ada Ikan Mujair Nila. Kalao gak salah ada sekitar 500ekor.
Soal Nila ini saya belajar dengan sepupu. Ustadz Romlih Sanusi. Yang punya Khutab di Bojong Kulur, Bogor .
Bersama Mujaer Nila. Hidup pula Ikan Patin .
Termasuk diantara nya Ikan Emas. Ikan Koi. Tawes. Sepat .
Dan ada jagoannya juga : Moa. Yang didapat dari nelayan Kali Piket.
Ini jadi magnet yang bisa mengundang orang utk melihat dan bermain.
Jarang3 ada Moa seukuran gitu. Panjang 1 meter. Besarnya selengan orang dewasa.
Kotak ketiga. Kita lagi belajar nanem Lobster air tawar. Sudah ada 2 ekor indukan. Sudah berusia 2 Minggu. Tahan. Asal hidup saja. Ini menjadi indikator Lobster bisa hidup .
Terimakasih Pak Anwar .
Tinggal kotak2 kolam yang agak tertutup di dalam.
Belum dicoba ikan2 apa saja yang bisa hidup dengan karakter tempat tertutup seperti itu.
Maksud saya begini. Saya ingin mengombinasikan Masjid dengan Pemberdayaan pesantren.
Walau selama ini banyak manusia mulia yang membantu. Namun tetap saja semangat untuk mandiri menjadi mimpi yang tak terganti.
Kolam-kolam ikan ini bermakna pembelajaran juga untuk para santri
Mulai dari mengenal nama-nama ikan dan biota kolam lainnya. Cara merawat ikan. Cara merawat kolam. Teknik management air. Pakan ikan dan lain-lain.
Uniknya, anak-anak juga menemukan hal baru. Kemarin Salim nyari kadal. Mereka menyebutnya Iguana.
Langsung dilempar ke kolam lele .
Terjangan lele. Dan kemampuan iguana menghindar jadi tontonan seru tersendiri.
Yang iseng, Salim mengikat salah satu kadal di tali. Dan, ternyata diserbu Lele. Dengan cara beringas. Dan kalao sudah dicaplok. Jadi senssasi tersendiri karena Lele nya tersangkut di tali.
Hahaha ada-ada aja. Dasar bocah...
...buat saya pribadi. Kadang, bila hati gundah gulana bin bucin bin gabut. Saya duduk diatas kolam.
......bersama gemericik air water pump. Mujaer Nila yang berlarian ke sana sini. Ikan patin melayang. Sepintas ia mirip Hiu Kecil..Body dan ekornya mirip .
.....lumayan, bisa bikin santay .....sembari dzikir kalau lagi inget .....
Siapa yang memakmurkan Masjid?
Kita jaring kawan2 yang berminat mengabdi kepada Langit dengan Komunitas KSATRIA PENGABDI LANGIT (KPL).
Kumpulan orang-orang yang hanya bekerja untuk Langit. Tidak ada bayaran materi duniawi. Hanya pahala dan Ridha Allah.
Nanti, mereka inilah yang akan menjadi merbot. Tukang kebon. Ngurus ikan dan lain sebagainya.
Dan bagi yang minat silahkan bergabung di WA Grup https://chat.whatsapp.com/HnIqlcFsHUnAE2Oyc7tVRI
Demikian....mhn maaf....
Komentar
Posting Komentar